Minggu, 27 Mei 2012

Bab.1 MENGELOLA PROSES KREDIT


               


1. Menyiapkan Data Pelanggan
  1.1 Pengertian Kredit
          Kredit adalah penyidian uang atau tagihan  tagihan yang dapat disama kan dengan itu, berdasarkan persetujuan pinjam meminjam antara pihak yang satu dengan pihak lain. Pihak peminjam ber-
 kewajiban melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan jumlah bunga yang telah ditentukan/disepakati dalam kegiatan bisnis, transaksi dengan kredit dalam kegiatan bisnis, transaksi dengan kredit sudah di anggap umum.
  
  1.2 Bagian Kredit
          Hampir semua penjualan perusahaan manufaktur  dan perusahaan dagang menerapkan penjualan kredit. Oleh karena itu sebelum order Pelanggan dipenuhi, Penjualan kredit tersebut terlebih dahulu harus memperoleh otorisasi. Bagian Yang berwenang memberikan otorisasi kredit adalah bagian kredit. Bagian ini berada dibawah departemen keuangan. Fungsi bagian kredit adalah  meneliti status kredit pelanggan dan memberikan otorisasi pemberian kredit kepada Pelanggan. Bagian ini juga mempunyai tugas membuat bukti memorial atas dasar  surat keputusan derektur keuangan untuk penghapusan piutang yang sudah tidak dapat ditagi.

  1.3 Identifikasi Pelanggan 
          Setiap pelanggan dan calon pelanggan harus di identifikasi identitasnya. Misalnya nama pelanggan, alamat kode pelanggan, batas kredit dan saldo Tujuan diadakan identifikasi tersebut adalah untuk melindungi perusahaan Dari acaman kekeliruan dalam kebijakan pemberian kredit. Kekeliruan tersebut akan mengakibatkan adanya piutang yang tidak dapat ditagih dalam jumlah besar.

  1.4 Data Kredit Pelanggan
          Data kredit pelanggan yang tersimpan dirancang untuk menghasilkan informasi yang dapat membantu bagian kredit untuk menganalisa kredit para pelanggan. Data pelanggan biasa tersimpan dalam bentuk database data base Adalah kumpulan file-file yang membentuk satuan data yang besar. 

  1.5 Menentukan Status Kredir Pelanggan 
          Penentuan status kredit pelanggan harus dilakukan dengan hati-hati. Kesalahan dalam penentuan status kredit pelanggan akan sangat merugikan perusahaan,
       misalnya :
1. Ada seorang pelanggan yang ditolak kreditnya oleh perusahaan karena salah dalam menilai 
    kredibilitas pelanggan. Padahal  kemungkinan calon pelanggan ini Akan menjadi pelanggan 
    utama dikemudian hari.
2. Pemberian kredit kepada pelanggan yang mempunyai reputasi buruk, akibatnya adalah  pelanggan
    akan selalu membayar melewati batas jangka kredit, dan kemungkinan menjadi piutang tak tertagih 
    dikemudian hari. 


Bab. 2 MENGANALISIS KELAYAKAN PEMBERIAN KREDIT

         2.1  Analisis Kredit  
         Penilaian atau  analisis kredit merupakan semacam kelayakan (feasibility study)atas perusahaan pemohon kredit. Dalam menilai atau menganalisis suatu permohonan kredit,perlu dipelajari berbagai aspek yang berhubungan dengan keadaan usaha pemohon kredit. Asfek-asfek penilaian kredit untuk calon pelanggan daintaranya adalah sebagai berikut:

        2.1.1  Asfek manajemen dan organisasi
        Keberhasilan suatu usaha bukan hanya tergantung pada konsep ekonomi, melainkan juga tergantung pada bagaimana dan siapa yang  mengelola usaha tersebut. Semangkin trampil mengelola suatu usaha, maka semakin besar kemungkinan tersebut untuk berhasil.

        2.1.2 Asfek pemasaran (marketing)
        Persaingan antar perusahaan yang semangkin ketat dan konsumen yang semakin maju serta kritis menyebabkan asfek pemasaran semakin menjadi penting peranannya. Misalnya perusahaan tidak bisa menjual produknya, apabila hal ini berlangsung lama  maka arus kas akan defisit

        2.1.2  Asfek pemesaran (marketing)
        Persaingan antar perusahaan yang semangkin ketat dan konsumen yang semangkin maju serta kritis meyebabkan asfek pemasaran meenjadi semngkin penting peranannya.Misalnya, perusahaan tidak mampu menjual produknya. Apabila hal ini berlangsung lama, arus kas akan defisit dan perusahaan tidak dapat membayar utang-utangnya. Akibat yang lebih buruk adalah perusahaan akan bangkrut.

        2.1.3  Referensi
        Mintalah kepada calon pelanggan untuk menunjuk orang yang dapat memberikan refrensi. Akan lebih baik apabila yang ditunjuk untuk memberikan referensi adalah pelanggan lama perusahaan. Perusahaan juga dapat meminta referensi dari pelanggan lama mengenai kredibilitas calon pelanggan. 
        Apabila semua asfek penilaian kredit calon pelanggan cukup baik, maka redit yang tidak terlalu tinggi. Untuk dapat menaikkan  batas kredit, otorisasi khusus. Dasar pemberian otorisasi tersebut adalah kredibilitas dari pelanggan tersebut. 
        Sedangkan untuk pelanggan lama yang mempunyai reputasi baik, diperlukan pengecekan kredit secara formal untuk setiap transaksi. Proses otorisasi dilakukan secara umum dengan membendingkan sisa jatah kredit (batas kredit dikurangi saldo piutang) dengan nilai transaksi yang dilakukan.
        Apabila transaksi yang diajukan tidak melebihi sisa jatah kredit, maka transaksi akan langsung di otorisasi. Cara seperti diatas menuntut catatan piutang setiap pelanggan selalu akurat dan menunjkkan informasi terkini.
        Otorisasi khusus diberikan apabila ada pelanggan baru atau  pelanggan lama yang mengajukan transaksi yang nilainya lebih besar dari sisa jatah kredit, atau apabila ada pelanggan lama yang memiliki  tunggakan kredit. 
         Pada tanggal 30 November 2005 diadakan penyelidikan kredibilitas terhadap kedua kartu piutang di atas. Dari penyelidikan tersebut, diambil kesimpulan, yaituKredibilitas PT Nuris Top Jaya baik sekali. Dasar kesimpulan tersebut adalah bahwa PT Nuris Top Jaya tidak pernah melebihi batas jangka kredit yaitu 30 hari sejak Tanggal penjualan. Selain itu, PT Nuris Top Jaya selalu memanfaatkan periode Potongan. Dalam hal ini, bila PT Nuris Top Jaya akan membeli secara kredit, maka Dapat dikatakan tidak ada masalah.
         Sebaliknya, kredibilitas PT Mandala cukup baik. PT Mandala selalu membayar Melewati batas jangka waktu kredit, bahkan pembelian terakhir sudah lewat waktu Selama 16 hari dan belum membayar. Oleh karena itu, seandainya PT Mandala ingin Membeli secara kredit lagi, sebaiknya perusahaan tidak memberi permintaan kredit Terlebih dahulu (status kreditnya tidak disetujui). 

Bab. 3 Menganjukan  usulan kredit 
            Dalam uraian sebelumnya, dijelaskan bahwa tujuan dari analisis atau Dalam uraian sebelumnya, dijelaskan bahwa tujuan dari analisis atau penilaian suatu permohonan kredit pada dasarnya untuk mempermudah pengambilan keputusan pemberian kredit.
          Oleh karena itu, laporan usulan kredit harus mengandung nilai – nilai objektif, baik kuantitatif maupun kualitatif. Selain itu, bentuk serta sistematika atau kerangka laporan usulan kredit harus disusun sademikian rupa sehingga mudah dibaca dan dipahami. Kekeliruan dan kekurangjelasan dari isi laporan usulan kredit menyebabkan keputusan yang diambil keliru.
           Berikut ini adalah contoh laporan usulan kredit untuk calon langganan baru. Sedangkan persetujuan atau penolakan kredit untuk langganan lama, dilakukan penilaian secara umum dengan cara membandingkan sisa jatah ( batas kredit dikurangi dengan saldo piutang ).
           Berikut ini adalah contoh order penjualan yang telah disetujui oleh manajer kredit.
           Bagian kredit menerima surat order penjualan dari PT Computer King tertanggal 10 Januari 2005. Selanjutnya, staf kredit memeriksa data kredit. Manajer kredit memberikan otorisasi untuk menyetujui order dari PT Computer King pada lembar surat order penjualan yang diterima dari bagian penjualan. 


MENGELOLAH KARTU PERSEDIAAN BARANG DAGANG 
A. Memersiapkan pengelolah kartu persediaan Barang  DaganG 
        Persedian barang dagang ( Merchandise Inventory ) adalah barang-barang yang dibeli dengan tujuan dijual kembali, tanpa mengubah bentu. Tujuannya adalah untuk mendapatkan laba sebesar selisih harga jual dengan harga pokok. Pada manufaktur. ada tiga jenis Persediaan, yaitu : 
        - Persediaan bahan baku ( Raw Material Inventory ) adalah bahann-bahan yang akan di proses menjadi barang jadi.
        - Persediaan barang dalam proses ( Work In Proccess Inventory ) adalah bahan-bahan yang telah di proses tetapi belum selesai.
        - Persediaan barang jadi ( Finished Good Inventory ) adalah barang yang telah selesai di proses dan siap untuk di pasarkan.
   1. Data Transaksi Persediaan Barang Dagang 
       Transaksi pada persediaan barang dagang menyebabkan terjadinya mutasi fisik persediaan serta berpengaruh terhadap penentuan harga pokok penjualan. Berikut ini adalah data transaksi yang berhubungan dengan persediaan barang dagang. 
       a. Pembelian barang dagang, secara tunai maupun kredit. 
       b. Penjualan barang dagang, secara tunai maupun kredit.
       c. Retur penjualan dan potongan harga. 
       d. Retur Pembelian dan Potongan harta.e. Beban angkut pembelian. 
       f. Beban angkut penjualan. 
  2. Pengelolaan Kartu Persediaan Barang Dagang 
       Pencatatan transaksi mutasi persediaan disesuaikan dengan analisis kebenaran ini dokumen yang di sertakan dalam mutasi persediaan barang dagang, seperti surat order     pembelian, laporan penerimaan barang, dan lain – lain. Berdasarkan sistem pencatatannya kartu persediaan terdiri dari 2, yaitu :
      Ø Kartu persediaan sistem periodik.
      Ø Kartu persediaan sistem perpetual.


  
   B. Mengidentifikasi Data Mutasi Persediaan Barang Dagang

         Mengidentifikasi data mutasi persediaan  barang dagang berkaitan dengan prosedur penerimaan dan pengeluaran barang yang harus disertai dengan dokumen yang tepat. Dokumen penerimaan dan pengeluaran barang dagang adalah sebagai berikut :

v Dokumen penerimaan barang dagang, terdiri dari : Surat Penerimaan Pembelian (SPP), Surat Order Pembelian (SOP),Laporan Penerimaan Barang (LPB), dan Surat Order Pengiriman Barang (SOPB).

v Dokumen penyimpanan dan pengeluaran barang dagang terdiri dari : Surat Order Pembelian (SOP), Laporan Penerimaan Barang (LPB), Surat bukti permintaan dan pengeluaran barang, dan kartu persediaan/gudang.
 Bukti pendukung yang berkaitan dengan pencatatan mutasi persediaan barang dagang, antara lain : Faktur Pembelian, Memo Kredit, dan Faktur Penjualan







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

align='center' direction='left' scrollamount='2'>TERIMA KASIH TELAH MAMPIR DI WEB SITE SAYA IX AKUNTASI SMK AMALIYAH